Indonesiainside.id – PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) mulai melakukan pembongkaran terhadap dua halte yang selama ini berstatus sementara, yakni Halte Tosari Lama dan Halte BNN 1. Langkah ini merupakan bagian dari program revitalisasi dan optimalisasi prasarana halte di seluruh jaringan layanan.
Direktur Utama Transjakarta Welfizon Yuza menjelaskan bahwa pembongkaran ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas infrastruktur dan kenyamanan pelanggan.
“Fokus kami ke depan adalah perbaikan infrastruktur,” ujar Welfizon di Jakarta, Kamis (13/11).
Ia menjelaskan, Halte Tosari Lama dibangun hanya sebagai fasilitas sementara ketika Halte Tosari Baru menjalani proses revitalisasi beberapa waktu lalu. Setelah halte baru selesai dan kembali beroperasi, keberadaan halte lama sudah tidak lagi dibutuhkan.
“Saat ini Halte Tosari Lama sudah tidak kita gunakan dan sedang dalam proses pembongkaran,” ungkapnya.
Hal serupa juga dilakukan terhadap Halte BNN 1 di kawasan MT Haryono, yang sebelumnya didirikan di atas trotoar sebagai halte sementara selama pembangunan LRT Jabodebek. Setelah proyek tersebut rampung dan halte permanen kembali beroperasi, Transjakarta mulai melakukan pembongkaran halte sementara sejak pekan lalu.
“Halte BNN 1 sudah kita bongkar, tinggal penyelesaian bagian lantai. Pekerjaan difokuskan malam hingga subuh agar tidak mengganggu lalu lintas,” jelas Welfizon.
Pembongkaran dua halte sementara ini menjadi bagian dari komitmen Transjakarta dalam mempercepat revitalisasi halte-halte lama. Dari total sekitar 250 halte, baru 46 halte atau sekitar 20 persen yang telah selesai direvitalisasi.
Percepatan revitalisasi dilakukan berdasarkan sejumlah pertimbangan, termasuk kebutuhan layanan, kondisi keamanan bangunan, serta potensi pengembangan kawasan di sekitar halte.
Menurut Welfizon, seluruh upaya ini diarahkan untuk memberikan pengalaman menunggu dan transit yang lebih nyaman dan aman bagi pelanggan Transjakarta.
“Kami ingin tempat menunggu penumpang menjadi lebih baik dan nyaman, sejalan dengan semangat peningkatan pelayanan publik,” tandasnya.
Selain alasan teknis, pembongkaran halte-halte sementara ini juga merupakan bagian dari penataan kawasan jalan utama agar lebih tertib, efisien, dan ramah bagi pengguna transportasi publik.














