Indonesiainside.id – Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LH) Hanif Faisol Nurofiq menegaskan pentingnya ruang terbuka hijau (RTH) sebagai bagian dari upaya untuk meningkatkan kualitas lingkungan hidup di Indonesia. Menurut Hanif, keberadaan RTH berperan vital dalam Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH), sehingga pemerintah daerah diminta untuk lebih serius dalam pembangunan dan pemeliharaan ruang hijau, termasuk di Jakarta.
“Dalam acara penanaman pohon di Cakung, Jakarta Timur, Jumat (22/11), Hanif mengungkapkan bahwa RTH di Jakarta tercatat hanya sekitar 3.800 hektare, atau sekitar lima persen dari luas wilayah ibu kota. Angka ini jauh di bawah ketentuan yang ditetapkan dalam Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang, yang mewajibkan setiap kota memiliki RTH minimal 30 persen dari luas wilayahnya,” kata Hanif.
Kondisi serupa, lanjut Hanif, juga terjadi di banyak daerah lain di Indonesia. Berdasarkan data IKLH 2023, total RTH di lebih dari 385 kabupaten dan kota di Indonesia mencapai sekitar 900 ribu hektare, namun proporsi luasnya bervariasi, mulai dari 0,01 persen hingga 27 persen.
Hanif mengakui tantangan untuk meningkatkan luas RTH, khususnya di kota besar seperti Jakarta, yang terbatas oleh ketersediaan lahan. Untuk itu, ia mengusulkan beberapa langkah strategis, salah satunya dengan memanfaatkan lahan-lahan yang memiliki fungsi lindung, seperti sepadan sungai dan danau.
“Upaya strategis untuk meningkatkan ruang terbuka hijau harus melibatkan kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan sektor lain. Kami juga mengusulkan insentif bagi masyarakat yang memiliki lahan yang bisa dimanfaatkan sebagai RTH,” ujar Hanif.
Lebih lanjut, Hanif mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan kegiatan menanam dan merawat pohon sebagai bagian dari gaya hidup mereka. Dengan semangat gotong royong, ia yakin Jakarta dapat menjadi contoh bagi kota-kota lain dalam menciptakan lingkungan hidup yang lebih baik.
Hanif menekankan, khususnya bagi Jakarta yang menghadapi masalah polusi udara, penanaman pohon yang memiliki kemampuan menyerap karbon besar akan sangat membantu mengurangi tingkat polusi udara di kota tersebut. Ia berharap dengan penanaman pohon yang lebih luas, kualitas udara dapat membaik dan Jakarta bisa mencapainya sebagai kota dengan lingkungan yang lebih sehat.














