Indonesiainside.id – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, menekankan pentingnya peran organisasi perempuan, khususnya Fatayat Nahdlatul Ulama (NU), dalam menyosialisasikan pentingnya pemenuhan gizi anak-anak di lingkungan keluarga.
“Peran Fatayat Nahdlatul Ulama sangat penting dan strategis, khususnya untuk penambahan gizi, makanan yang bergizi untuk anak-anak,” ujar Arifah dalam talkshow peringatan Hari Anak Nasional 2025 bertajuk Kolaborasi Peringatan Hari Anak Nasional: Pentingnya Makanan Bergizi dan Fortifikasi dalam Pemenuhan Zat Besi untuk Mencegah ADB pada Anak, di Jakarta, Rabu (6/8).
Anemia defisiensi besi (ADB) masih menjadi ancaman tersembunyi terhadap kualitas generasi masa depan Indonesia. Menurut Arifah, peran ibu dan keluarga yang dalam banyak budaya Indonesia digerakkan oleh organisasi perempuan sangat krusial dalam memastikan anak-anak mendapatkan asupan gizi yang cukup dan seimbang.
“Bagaimana menyadarkan ibu-ibu muda yang masih punya anak balita, anak usia sekolah, bahwa pemenuhan gizi ini harus menjadi prioritas utama dalam keluarga. Karena untuk membangun generasi yang berkualitas, harus ditunjang beberapa hal, salah satunya adalah kesehatan,” tegasnya.
Arifah menyampaikan bahwa upaya menuju Indonesia Emas 2045 tidak hanya bergantung pada kebijakan pemerintah, tetapi juga pada kekuatan kolaborasi antara kementerian, lembaga, dan organisasi masyarakat sipil. Dalam hal ini, organisasi perempuan seperti Fatayat NU dinilai sebagai ujung tombak perubahan di akar rumput.
“Kami berterima kasih kepada Fatayat Nahdlatul Ulama, Kementerian Kesehatan yang telah bersinergi, berkolaborasi untuk mewujudkan generasi-generasi masa depan yang sehat, yang kuat, dan berdaya,” tutup Arifah.














