Indonesiainside.id – Pembinaan remaja dinilai menjadi fondasi penting dalam membangun ketahanan keluarga melalui penguatan nilai, karakter, dan keterampilan hidup sejak dini. Karena itu, pembahasan mengenai keluarga sehat tidak bisa dimulai saat seseorang memasuki kehidupan rumah tangga, tetapi harus dibangun sejak usia remaja.
Hal tersebut disampaikan Sekretaris Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama, Lubenah. “Ketika seseorang memasuki fase berkeluarga, ia membutuhkan fondasi yang kuat. Karena itu, pembinaan harus dimulai sejak remaja, saat nilai dan keputusan hidup mulai dibangun,” tutur Lubenah dalam keterangan resmi, Kamis (7/5).
Menurutnya, masa remaja merupakan fase krusial dalam pembentukan karakter dan arah kehidupan. Oleh sebab itu, generasi muda perlu dipersiapkan tidak hanya secara fisik, tetapi juga mental dan karakter agar siap menghadapi kehidupan berkeluarga di masa mendatang.
Ia menjelaskan, proses pembinaan harus dimulai dari lingkungan keluarga dan diperkuat melalui pendidikan. Dengan demikian, remaja memiliki kesiapan menghadapi tantangan kehidupan sosial maupun rumah tangga.
Lubenah juga menyoroti kompleksitas tantangan yang dihadapi remaja saat ini, terutama akibat perkembangan ruang digital dan perubahan pola interaksi sosial.
“Di satu sisi membuka peluang besar, namun di sisi lain juga menghadirkan berbagai risiko yang perlu diantisipasi,” jelasnya.
Menurut dia, remaja perlu dibekali kemampuan mengambil keputusan, menghadapi tekanan sosial, serta menjaga nilai-nilai dalam kehidupan bermasyarakat.
Karena itu, ia menegaskan program pembinaan tidak boleh berhenti pada aspek formal atau seremonial semata, melainkan harus menjadi bagian dari pembangunan manusia secara utuh.
“Program pembinaan harus mampu memberikan dampak nyata, tidak hanya sebatas kegiatan, tetapi menghadirkan perubahan cara pandang, pemahaman, dan sikap,” tegasnya.
Dalam konteks tersebut, penguatan layanan keluarga dinilai penting dengan pendekatan yang relevan, adaptif, dan dekat dengan kehidupan remaja. Selain itu, Lubenah menekankan pentingnya sinergi berbagai pihak agar program pembinaan dapat berjalan efektif dan sesuai kebutuhan di lapangan.
Ia menambahkan, Kementerian Agama terus mendorong penguatan edukasi, pendampingan, serta pengembangan praktik baik sebagai langkah konkret dalam pembinaan generasi muda.
“Perubahan besar selalu dimulai dari kualitas diri kita masing-masing. Dari situlah kita dapat memberikan manfaat bagi masyarakat secara luas,” pungkasnya.














