Oleh: Nurcholis |
Presiden Nicolas Maduro memberikan waktu 72 jam kepada para staf diplomatik AS untuk segera meninggalkan Negara itu
Indonesiainside.id, Jakarta–Presiden Venezuela Nicolas Maduro mengatakan hari Rabu bahwa ia telah memutuskan hubungan diplomatik dengan Amerika Serikat (AS), setelah pemerintahan Donald Trump mengakui pemimpin oposisi Juan Guaido sebagai presiden interim negara itu.
Berbicara kepada para pendukung di luar Istana Presiden Miraflores di Caracas, pemimpin sosialis itu mengatakan dia akan memberikan waktu para staf diplomatik AS selama 72 jam untuk segera meninggalkan Venezuela, kutip Reuters.
Maduro menuduh oposisi berusaha melakukan kudeta dengan dukungan Amerika Serikat, yang katanya berusaha untuk memerintah Venezuela dari Washington.
“Kami sudah memiliki cukup intervensi, di sini kami memiliki martabat, sialan! Ini orang yang mau mempertahankan tanah ini,” kata Maduro, diapit oleh para pemimpin Partai Sosialis sebagaimana dikutip ABC Net.
Sementara pemimpin oposisi Venezuela, Juan Guaido menyatakan dirinya sebagai presiden sementara pada hari Rabu, menang atas dukungan dari Washington dan banyak negara Amerika Latin dan mendorong Nicolas Maduro untuk memutuskan hubungan dengan Amerika Serikat.
Dukungan Donald Trump terhadap Guaido tak lama setelah pengumumannya dan memuji rencananya untuk mengadakan pemilihan. Dukungan serupa juga datang dari Kanada dan sejumlah pemerintah Amerika Latin yang cenderung kanan, termasuk tetangga Venezuela, Brazil dan Kolombia.
Keputusan Maduro untuk memutuskan hubungan diplomatik itu juga dipicu tindakan Wakil Presiden AS Mike Pence. Wakil Trump itu mengirim rekaman video dirinya kepada orang-orang Venezuela yang menyebut Maduro sebagai seorang diktator tanpa klaim sah atas kekuasaan.
“Dia tidak pernah memenangkan kursi kepresidenan dalam pemilu yang bebas dan adil, dan telah mempertahankan cengkeramannya dengan memenjarakan siapa pun yang berani menentangnya,” kata Pence dalam video itu, seperti dikutip Fox News.
Dalam rapat umum yang dihadiri ratusan ribu warga Venezuela di Caracas, Guaido mengatakan Maduro telah merebut kekuasaan dan berjanji untuk menciptakan pemerintahan transisi yang akan membantu negara itu keluar dari keruntuhan ekonomi hiperinflasi.
“Saya bersumpah untuk mengambil alih semua kekuasaan kepresidenan untuk menjamin diakhirinya perebutan kekuasaan,” kata Guaido, kepada massa pendukungnya.
Sebelumnya, bulan Mei 2018, Presiden Venezuela Nicolas Maduro memerintahkan pengusiran dua diplomat top AS sebagai tanggapan atas babak baru pembatasan yang diberlakukan oleh AS.
Amerika Serikat telah mengkritik hasil Pemilu Venezuela yang diduga jatuh ke dalam persekongkolan dan tidak memenuhi standar demokrasi. Namun surat dakwaan itu ditolak Departemen Luar Negeri Venezuela.
Nicolas Maduro, 55 terpilih menjadi presiden setelah menggantikan Hugo Chavez, memenangkan pemilihan kembali dengan mudah, tetapi kritikus mengklaim pemilihan itu dipenuhi penyimpangan. (cak)














