Indonesiainside.id – Meski kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) sempat melanda sejumlah wilayah Bengkulu pada akhir Mei 2025, Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bengkulu memastikan fenomena itu tak berdampak pada kenaikan inflasi daerah. Bahkan, justru terjadi deflasi.
Kepala BPS Provinsi Bengkulu, Win Rizal menjelaskan bahwa meskipun terjadi kelangkaan BBM di tingkat pengecer, harga resmi di SPBU tetap stabil. Hal inilah yang membuat inflasi tidak terdorong naik.
“Jadi memang terjadi kelangkaan di beberapa wilayah, tetapi sebenarnya di SPBU harganya tidak naik, harga yang mahal tersebut ada di tingkat pengecer. Jadi tidak mempengaruhi inflasi Bengkulu,” ujar Win Rizal di Bengkulu, Selasa (3/6).
Ia menegaskan, BBM merupakan komoditas yang termasuk dalam kelompok administered price atau harga yang dikendalikan oleh pemerintah. Bahkan, secara resmi, harga BBM pada Mei 2025 mengalami penurunan.
“Nah ini kan termasuk kategori administered price (harga yang diatur) yang dikendalikan oleh pemerintah. Sebenarnya secara harga resminya tidak ada kenaikan. Kemarin ada kejadian saja itu ya, jadi tidak berpengaruh pada kenaikan angka inflasi, kecuali kalau ada kenaikan harga yang ditetapkan pemerintah,” jelasnya.
Dampak positif dari stabilnya harga resmi ini terlihat pada capaian inflasi daerah. BPS mencatat bahwa Bengkulu justru mengalami deflasi sebesar 0,26 persen secara bulanan (month to month), berbalik dari inflasi bulan sebelumnya.
“Malah pada Mei 2025 ini, Bengkulu deflasi 0,26 persen atau inflasi minus 0,26 persen (mtm), mudah-mudahan kalau ini terkendali sampai akhir tahun maka Bengkulu bisa berada dalam rentang target nasional 2,5 plus minus 1 persen (yoy),” lanjut Win Rizal.
Namun begitu, ia tak menampik bahwa kelangkaan BBM tetap berdampak secara tidak langsung, terutama bagi para petani. Harga tinggi di tingkat pengecer menyebabkan naiknya indeks harga yang harus dibayar dalam perhitungan Nilai Tukar Petani (NTP).
“Di NTP kan ada di sana sebenarnya yang menjadi indeks yang harus dibayar oleh petani. Nah itu di sana memang naik,” ujarnya.













