Indonesiainside.id – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menegaskan komitmen pemerintah untuk memperkuat dukungan penyediaan air bersih dan sanitasi bagi masyarakat terdampak bencana di Kabupaten Aceh Tamiang. Kementerian PU akan melaksanakan pengeboran sumur dalam dan sumur dangkal di sekitar 48 titik secara bertahap, yang dilengkapi dengan sarana sanitasi seperti MCK.
“Kalau sudah tidak ada air, penyakit pasti datang. Setelah urusan jalan dan jembatan mulai membaik, fokus kita berikutnya adalah soal air. Air bersih harus segera tersedia untuk seluruh masyarakat,” seru Menteri Dody saat kunjungan kerja di Aceh Tamiang, dikutip Jumat (26/12).
Dody menjelaskan, pengeboran sumber air dalam menjadi prioritas karena kondisi tanah pascabencana menyulitkan pencarian sumber air dangkal. Menurutnya, lumpur tebal membuat air tanah di kedalaman rendah sulit diakses, sehingga pengeboran di kedalaman lebih dari 100 meter dinilai lebih efektif.
“Karena itu saya fokus ke pengeboran sumber air dalam,” katanya.
Selain pengeboran, Kementerian PU juga akan mengombinasikan perbaikan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) yang terdampak bencana dengan pembangunan sumber air baru, dengan dukungan unsur TNI dan Polri.
“Kita kombinasikan perbaikan SPAM yang rusak dengan pengeboran sumber air dalam, supaya air yang keluar benar-benar bisa menjadi air bersih bagi masyarakat,” tuturnya.
Upaya tersebut ditujukan untuk mempercepat pemulihan layanan air bersih sekaligus memastikan ketersediaan air yang berkelanjutan bagi warga Aceh Tamiang.
Sambil menyiapkan proses pengeboran, Kementerian PU juga terus menyalurkan bantuan sarana air bersih dan sanitasi. Di Aceh Tamiang, telah disalurkan 27 unit Hunian Umum (HU) dengan tangki air berkapasitas 1.000 dan 2.000 liter melalui Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan (BPBPK). Tangki air tersebut diisi dua kali sehari sesuai arahan pemerintah daerah.
Untuk mendukung sanitasi, Kementerian PU juga memasang 13 unit toilet portable dan 10 set toilet knockdown yang tersebar di sejumlah lokasi HU. Seluruh fasilitas sanitasi dibersihkan secara rutin dua kali sehari dan didukung satu unit armada truk tinja yang beroperasi menjaga kebersihan lingkungan.
Dukungan tambahan juga tengah dikirim dari Jakarta melalui Pelabuhan Patimban dan Pelabuhan Belawan menuju Aceh Tamiang, menggunakan Kapal Ostina. Bantuan tersebut meliputi dua unit IPA Mobile Setta, satu unit mobil double cabin, satu unit mobil sedot tinja, 40 unit HU berkapasitas 2.000 liter, delapan unit tenda, 20 unit velbed, 10 unit toilet portable, serta 10 unit mobil tangki air.













