Indonesiainside.id, Surabaya – Persebaya Surabaya dilanda krisis lini belakang menjelang partai final Piala Gubernur Jawa Timur (Jatim) melawan Persija Jakarta di Gelora Delta Sidoarjo, Kamis (20/2). Namun, Pelatih Persebaya, Aji Santoso, tetap optimistis menghadapi laga tersebut.
Dari sejumlah stok pemain belakang, tiga defender tengah mengikuti seleksi tim nasional. Mereka adalah Hansamu Yama Pranata, Rachmat Irianto dan Koko Arya.
Sementara, bek kanan Abu Rizal Maulana harus absen karena mendapat hukuman kartu merah saat melawan Arema FC di laga semifinal. Sedangkan bek kiri M Nasir diragukan tampil akibat cedera di laga yang sama. Nama bek kiri Abduh Lestaluhu sampai saat ini belum bergabung bersama tim.
“Stok pemain di lini belakang kami sekarang sangat terbatas dan siapa saja yang bermain tak ada kata tidak siap,” kata Aji kepada wartawan usai latihan di Surabaya, Rabu (19/2).
“Nasir tadi latihan sendiri di tepi karena hamstring-nya kambuh. Kalau sampai jelang pertandingan tak ada perubahan, saya tidak akan memaksakannya bermain,” ucapnya.
Praktis barisan pertahanan Surabaya hanya ada nama Arief Satria, Rizky Ridho, M Syaifuddin, dan bek naturalisasi Zoubairou Garba. Kelak, nama-nama tersebut bakal dimainkan untuk memaksimalkan performa lini belakang dalam mengawal gawang Rivky Mokodompit.
“Saya sampaikan ke pemain, cara bermain Persebaya tidak boleh berubah dan warna Persebaya tak boleh berganti. Apalagi lawan Persija yang memang materi pemainnya bagus tapi masih sangat terbuka lebar mengalahkannya,” ungkapnya.
Sementara itu, Persebaya juga diprediksi tak mengalami banyak perubahan pada laga nanti. Hanya bek asing asal Australia Aryn Williams absen karena sedang menjalani masa pemulihan, serta Rendy Irwan yang minta izin mengikuti kursus kepelatihan.
Di barisan depan, diperkirakan David Da Silva masih menjadi kepercayaan yang dibantu Makan Konate, Mahmoud Eid maupun Irfan Jaya. Persebaya lolos ke final Piala Gubernur Jatim setelah menjuarai Grup A dan mengalahkan Arema FC dengan skor 4-2 di babak semi final.
Sementara, Persija selaku satu-satunya tim nirkalah di turnamen ini berhak tampil di partai puncak bermodalkan memimpin Grup B. Setelahnya mereka sukses mengandaskan Madura United di semi final dengan skor 2-1. (ASF)













