IndonesiaInside.id – Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer Gerungan menegaskan perlunya untuk memperkuat dialog antara pemerintah, perusahaan aplikator, dan pekerja di sektor ekonomi digital.
“Dengan upaya ini, pemerintah berharap hubungan kerja yang terjalin antara aplikator dan mitra ojek online semakin mendukung kesejahteraan bersama,” ujar Wamenaker Immanuel saat menghadiri acara Kopi Darat (Kopdar) bersama perwakilan driver Gojek Indonesia, di Jakarta, Selasa (10/12/2024).
Wamenaker juga memberikan apresiasi kepada Gojek atas berbagai program pemberdayaan. Salah satunya melalui program kopi darat, yang menjadi ruang dialog antara manajemen dan para pengemudi ojek online.
“Program seperti ini sebaiknya terus dilakukan secara rutin dan diperluas ke daerah-daerah lain sehingga dapat menjadi forum penyampaian aspirasi yang lebih inklusif,” tandasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Wamenaker juga menyoroti isu hubungan kemitraan antara driver dan perusahaan platform digital. Ia menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen untuk menjembatani kepentingan aplikator yang ingin tetap berkembang dengan kebutuhan para driver untuk mendapatkan peningkatan penghasilan serta perlindungan sosial.
“Langkah ini sejalan dengan program kerja Asta Cita 7 yang diusung oleh Pemerintahan Prabowo-Gibran, yakni memberikan kepastian hukum bagi pekerja di sektor transportasi berbasis aplikasi,” ujarnya.
Kerja sama antara Kementerian Ketenagakerjaan dan Gojek telah berlangsung sejak 2019. Mulai dari pelatihan UMKM, peningkatan keterampilan, hingga pemberian sertifikat kompetensi bagi tenaga kerja mandiri.
Tahun ini, pemerintah juga tengah merumuskan regulasi pelindungan kerja bagi pekerja platform digital yang melibatkan tiga Kementerian, yakni Kementerian Komunikasi dan Digital, Kementerian Perhubungan, serta Kementerian Ketenagakerjaan. (nia)














