Indonesiainside.id, Jakarta – Siswa Cahaya Rancamaya Islamic Boarding School kembali meraih prestasi di ajang internasional. Mereka menyabet penghargaan membanggakan di bidang Fisika dan Matematika yang menurut sebagian orang adalah mata pelajaran yang menyulitkan.
Muhammad Darrel Azmi Tauhid (XII-IPA) berhasil meraih Medali Emas di ajang International Invention Competition for Young Moslem Scientist (I2CYMS) 2021 pada 4 Juli 2021. Torehan ini didapatkan dari penelitian untuk kategori Fisika dengan judul “Synthesis of Carbon Nanodots Using Anthocianin Pigmen and Its Application as Light Emitting Polymer.”
Sedangkan Muhammad Ilham Alfarisi (IX) mendapat medali perunggu dalam The 25th Junior Balkan Mathematical Olympiad (JBMO 2021) yang diselenggarakan pada 1 Juli 2021.
Penelitian yang dikerjakan oleh Darrel mengenai pemanfaatan pigmen antosianin yang bersumber dari kulit manggis yang disintesis menjadi karbon nanopartikel (carbon nanodots). Carbon nanodots atau c-dots yang memiliki sifat fotoluminesensi ini kemudian diaplikasikan pada polymer (polymer berpendar) agar bisa diaplikasikan pada perangkat display kedepannya (OLED atau organic LED).
Objek yang dimanfaatkan dalam penelitian bersifat organik sehingga menghasilkan polymer berpendar yang ramah lingkungan dan low-cost. Penelitian ini dikembangkan oleh Darrel di klub sains Cahaya Rancamaya IBS dalam 2 tahun terakhir ini dengan bimbingan dari guru Fisika.
“Berbekal penelitian yang cukup matang karya ilmiah ini diikutsertakan dalam I2CYMS. Alhamdulillah meraih medali emas,” kata Ari Rosandi Direktur Pendidikan Cahaya Rancamaya Islamic Boarding School, Rabu(7/7).
Sementara itu, Ilham bertanding dalam mata pelajaran favoritnya yaitu matematika. Dirinya harus memecahkan 4 soal hitung-hitungan dalam bentuk essay yang harus diselesaikan dalam kurun waktu terbatas sebelum dikirim dan dinilai oleh juri.
“Teman-teman harus tetap semangat berkarya dalam pandemi dan jangan takut untuk mencoba hal-hal baru,” kata Ilham.
I2CYMS diselenggarakan oleh Indonesian Young Scientist Association dan Universitas Islam Negeri Gunung Jati (UIN) Bandung. Ajang ini merupakan salah satu kompetisi karya ilmiah terbesar di Indonesia yang ditujukan untuk mencari murid-murid berbakat di bidang sains dari tingkat sekolah dasar, sekolah menengah hingga universitas dari 15 negara diantaranya Indonesia, Turki, Iraq, Yaman, Qatar, Maroko, Malaysia.
Sedangkan JBMO 2021 diselenggarakan oleh The Mathematical Society of the Republic of Moldova yang diikuti oleh 128 peserta dari 22 negara. Beberapa negara yang berpartisipasi antara lain Perancis, Serbia, Arab Saudi, Filipina, Indonesia.(Red)














