Pesawat Penyelundup Angkut Kokain Senilai Rp835 Miliar Jatuh di Papua Nugini

Pesawat gembong narkoba yang jatuh di Papua Nugini. Foto: Facebook

Indonesiainside.id, Sydney – Sebuah pesawat kecil yang membawa setengah ton narkoba jenis kokain jatuh di Papua Nugini. Pesawat ini diduga hendak menyelundupkan narkoba bernilai USD57 juta atau sekitar Rp835 miliar tersebut menuju Australia.

Pesawat Cessna 402C dengan mesin baling-baling ganda dideteksi kepolisian Federal Australia lepas landas dari Mareeba, Queensland, Australia menuju landasan udara ilegal Papa Lealea di Papua Nugini.

Insiden yang terjadi pada 26 Juli lalu diduga diakibatkan oleh keserakahan gembong narkoba yang memberi muatan melebihi kapasitas pesawat. Sehingga pesawat yang lepas landas antara pukul 13.00 – 14.30 waktu setempat, jatuh tak lama setelah mengudara di ketinggian 3.000 meter untuk menghindari radar.

Menurut penyelidikan Kepolisian Papua Nugini, pilot mengisi muatan berupa 500 kilogram kokain sekitar pukul 13.00 sampai 14.30 waktu setempat. Muatan itu diduga hendak diselundupkan ke Australia tapi jatuh karena kelebihan muatan.

Pejabat Kepolisian Papua Nugini, David Manning, menyatakan kokain itu disembunyikan di dalam badan pesawat dalam paket kemasan yang dibungkus sejumlah tas kain. David menduga sindikat ini merupakan gabungan antara para penjahat narkoba asal Australia dan Papua Nugini.

“Kami meyakini sindikat di Papua Nugini membantu pilot untuk mengambil kembali narkoba yang gagal diselundupkan. Kami mendapatkan kesaksian ciri-ciri para penjahat itu antara lain bentuk tato yang dimilikinya,” kata David Manning.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here