Indonesiainside.id, Banda Aceh – Jumlah kasus positif Covid-19 di Aceh kembali bertambah, menjadi sembilan orang. Yang terbaru pasien asal Aceh Barat Daya (Abdya). Hasil swabnya kemarin sore keluar dan dinyatakan positif corona.
“Pasien warga Kabupaten Aceh Barat Daya, perempuan, berinisial AS berusia 42 tahun,” kata Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Zainoel Abidin (RSUDZA), Azharuddin, saat dikonfirmasi, Sabtu (25/4).
Untuk diketahui, kasus pasien positif nomor sembilan di Aceh ini bikin masyarakat bingung. Pasalnya, dari dua hasil pemeriksaan swab melalui metode Real Time Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) yang dilakukan kepada AS menunjukkan hasil yang berbeda.
Awalnya, berdasarkan rapid test di Rumah Sakit Umum Teungku Peukan (RSUTP) Blangpidie, Abdya, AS dinyatakan positif corona. Kemudian ia dirujuk ke RSUDZA Banda Aceh untuk diambil sampel swab guna dikirimkan ke Balitbangkes Kemenkes di Jakarta. Hasilnya terbit pada Sabtu (18/4), AS dinyatakan negatif Covid-19.
“Awalnya ia dirawat di RICU, karena kondisi klinisnya membaik, pasien tersebut dirawat di Ruang Piner Covid-19 RSUDZA. Setelah hasil swab-nya dinyatakan negatif, dia diizinkan pulang,” kata Azhar.
Sebelum pulang ke daerah asalnya, pada Jumat (17/4), petugas kesehatan telah mengambil sampel lendir tenggorokannya yang kedua guna dicek kembali. Namun, berhubung Aceh kini telah memiliki laboratorium Balitbangkes sendiri di Desa Siron, Kabupaten Aceh Besar, sampel tersebut diuji di sana. Hasilnya, positif terpapar Covid-19.
“Ia kemudian diambil lagi swab-nya dan dinyatakan positif. Hasil ini kita terima kemarin sore. Susah untuk dijelaskan, tapi yang pasti, banyak faktor berkontribusi mengapa hasil pemeriksaannya bisa jadi seperti ini,” sebutnya.
Siang tadi, pukul 11.30 WIB, AS mulai bertolak dari Abdya menuju Banda Aceh untuk mendapat penanganan lebih lanjut di RSUDZA. Berdasarkan informasi yang diterima, proses kembalinya AS ke RSUDZA sempat terkendala karena AS tak bersedia. Keluarganya pun turut demikian, tidak merelakan AS pergi. Berselang beberapa jam, akhirnya AS mau pergi usai dibujuk petugas kesehatan, ulama, dan pejabat setempat.(PS)












