Indonesiainside.id – Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) tidak hanya ditandai oleh proyek fisik yang masif, tetapi juga pencatatan aset yang terus bertambah. Hingga akhir 2024, aset tetap milik Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) tercatat mencapai Rp1,4 triliun.
“Hingga 31 Desember 2024 tercatat aset tetap Otorita IKN sebesar Rp1,4 triliun,” ujar Kepala OIKN Basuki Hadimuljono di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Senin (14/7).
Nilai tersebut mencakup tanah seluas 2,22 juta meter persegi, gedung dan bangunan hibah dari Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara, peralatan, mesin, serta sejumlah aset tetap lainnya.
Sepanjang 2024, Otorita IKN juga mengelola anggaran sebesar Rp672,11 miliar, yang diarahkan untuk mendukung program-program prioritas nasional. Fokus utama penggunaan anggaran mencakup pembangunan dari desa untuk pemerataan ekonomi, pemberantasan kemiskinan, penguatan tata kelola pemerintahan, serta upaya melawan korupsi dan narkoba.
Basuki menyebut kinerja program OIKN menunjukkan hasil yang sangat positif. Pelaksanaan program kerja tercapai sepenuhnya, sementara tingkat penyerapan anggaran mencapai 93,17 persen atau setara Rp626,24 miliar.
“Program kerja sampai 31 Desember 2024 capai 100 persen, progres penyerapan anggaran kisaran 93,17 persen atau sekitar Rp626,24 miliar,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa pagu anggaran sebesar Rp672,11 miliar telah digunakan secara optimal untuk mendukung operasional dan proyek strategis di IKN. Ke depan, kebutuhan anggaran pembangunan hingga 2028 juga telah disetujui oleh Presiden dengan total sebesar Rp48,8 triliun.
Dengan keberhasilan ini, Otorita IKN memperlihatkan komitmen kuat dalam pengelolaan keuangan negara serta akuntabilitas pembangunan ibu kota baru yang sedang menjadi sorotan nasional dan internasional.












