Indonesiainside.id – Penanganan banjir di Sumatera Utara, Sumatera Selatan, dan Aceh terus dikebut lewat jalur udara. TNI mengerahkan tujuh helikopter untuk memastikan bantuan logistik bisa menjangkau wilayah-wilayah terdampak yang tak lagi bisa diakses melalui jalur darat akibat longsor dan kerusakan medan.
Panglima Komando Operasi Udara Nasional (Pangkoopsudnas) Marsdya TNI Minggit Tribowo menyebut pengerahan armada udara ini menjadi solusi utama di tengah terputusnya sejumlah akses darat menuju lokasi banjir.
“Kita siapkan Heli Caracal ada tiga, kemudian heli angkatan darat ada dua, angkatan laut ada dua,” kata Minggit saat ditemui awak media di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Jumat (28/11).
Menurut Minggit, penggunaan helikopter sangat krusial karena beberapa titik menuju lokasi bencana tertutup longsor dan tidak memungkinkan dilalui kendaraan. Selain menembus akses yang terisolasi, jalur udara juga memudahkan distribusi bantuan ke daerah terdalam dan terpencil yang sulit dijangkau.
Setiap bantuan yang dikirim dari Lanud Halim Perdanakusuma akan terlebih dahulu diturunkan di bandara atau lanud terdekat dari lokasi banjir, sebelum kemudian dibawa menggunakan helikopter ke titik-titik terdampak.
Ia memastikan sebagian armada sudah mulai beroperasi, termasuk di wilayah Sibolga, Sumatera Utara. “Sudah, (helikopter) sudah masuk ke Sibolga kemarin,” kata Minggit.
Seiring pengerahan helikopter, pemerintah juga mengirim empat pesawat angkut TNI AU untuk mempercepat suplai logistik ke wilayah terdampak. Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menjelaskan, berbagai kebutuhan darurat telah diberangkatkan mulai dari tenda pengungsi, perahu karet, hingga peralatan komunikasi.
“Ada tenda sekitar 150, kemudian ada perahu karet karena sangat penting untuk evakuasi ada sekitar 64, kemudian genset (alat bantu listrik). Diberangkatkan sekitar 100 alat komunikasi ke sana agar sinyal komunikasi bisa dimulai kembali,” kata Teddy.
Selain itu, pemerintah turut mengirim makanan siap saji, tenaga kesehatan, serta obat-obatan untuk memenuhi kebutuhan dasar para korban banjir.
Teddy menjelaskan distribusi bantuan akan dilakukan melalui bandara terdekat dari lokasi bencana sebelum kemudian disalurkan ke titik akhir menggunakan jalur darat atau helikopter. “Jadi (bantuan) akan ke Padang, Sumatera Barat, kemudian ke bandara terdekat di Tapanuli itu tepatnya nanti akan ke Bandara Silangit, Sumatera Utara, kemudian satu ke bandara di Banda Aceh dan Lhokseumawe (Aceh Utara) karena adalah bandara terdekat dengan lokasi terdampak,” jelas dia.
Ia menegaskan pengiriman bantuan akan dilakukan secara simultan hingga situasi di wilayah terdampak benar-benar kondusif dan kebutuhan masyarakat terpenuhi sepenuhnya.












