Indonesiainside.id – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi meninjau posko pengungsian banjir di SD Negeri 02 Cupak Tangah, Kecamatan Pauh, Kota Padang, Senin (1/12) kemarin. Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan bahwa kebutuhan spesifik perempuan dan anak, kelompok yang paling rentan dalam situasi bencana, dapat terpenuhi dengan baik.
“Kami menyampaikan keprihatinan mendalam atas bencana yang melanda sejumlah wilayah di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Saya bersama tim melakukan kunjungan ke lokasi bencana di Kota Padang untuk menyapa korban, khususnya perempuan dan anak. Kementerian PPPA telah berkoordinasi secara cepat untuk memastikan kondisi perempuan dan anak dan untuk mengetahui kebutuhan spesifik apa saja yang harus dipenuhi,” ujar Menteri PPPA, dikutip Selasa (2/12).
Posko pengungsian tersebut menampung 1.973 jiwa dari 481 KK, termasuk 6 ibu hamil, 36 bayi dan balita, 171 anak, 71 lansia, dan 1 penyandang disabilitas.
Menteri PPPA menegaskan bahwa pemenuhan kebutuhan kelompok rentan menjadi prioritas pemerintah selama masa tanggap darurat.
“Negara hadir untuk memastikan setiap perempuan dan anak serta kelompok rentan lainnya seperti lansia dan disabilitas, mendapatkan perlindungan dan pemenuhan hak yang layak selama masa tanggap darurat maupun pada fase pemulihan nantinya,” tegasnya.
Di berbagai titik terdampak bencana, termasuk Kota Padang, dinas terkait bersama relawan telah mulai memberikan layanan dukungan psikososial. Kebutuhan spesifik perempuan dan anak menjadi prioritas dalam pendistribusian bantuan, seperti Hygiene kit, kebutuhan ibu hamil dan balita, obat-obatan dasar, dukungan psikologis, dan pemenuhan gizi.
Menteri PPPA juga secara langsung membagikan susu kepada anak-anak sebagai dukungan pemenuhan gizi di tengah situasi darurat.
Apresiasi untuk Tim Penyelamat dan Relawan
Arifah Fauzi menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang terlibat dalam respons bencana.
“Kami mengapresiasi kerja keras tim SAR, BPBD, TNI, Polri, pemerintah daerah, tenaga medis, dan relawan. Solidaritas masyarakat Sumatera Barat merupakan kekuatan besar dalam menghadapi situasi darurat ini,” pungkasnya.
Kementerian PPPA akan terus memantau perkembangan situasi dan memastikan bahwa perlindungan serta kebutuhan dasar perempuan dan anak terpenuhi selama masa tanggap darurat hingga pemulihan.













