Indonesiainside.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Populer
  • Nasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Metro
  • Olahraga
  • Risalah
  • Indeks
  • Home
  • Populer
  • Nasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Metro
  • Olahraga
  • Risalah
  • Indeks
Indonesiainside.id
No Result
View All Result
Home News Nasional

Tiga Kelompok Masyarakat Ini Jadi Penyebab Penularan Covid-19 Masih Tinggi

Oleh Azhar Azis
Sun, 28 Jun 2020 - 17:11
covid-19

Para pegawai hotel di Kawasan Puncak Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat (Jabar) menjalani tes cepat massal Covid-19 setelah dilakukan terhadap para wisatawan. Foto: Antara

Indonesiainside.id, Jakarta – Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto menyebutkan, pemerintah masih menghadapi beberapa tantangan yang menyebabkan penularan Covid-19 di Tanah Air masih tinggi.

Penyebab pertama, orang yang terinfeksi tanpa gejala (OTG) atau memiliki gejala ringan tidak melakukan isolasi secara baik. Inilah yang menyebabkan mata rantai Covid-19 tidak bisa putus.

Kedua, penularan juga masih terjadi karena terdapat orang yang tidak menjalankan protokol kesehatan. Masyarakat yang beraktivitas di luar rumah cenderung mengabaikan protokol kesehatan.

Ketiga, terdapat segmen masyarakat yang tidak mengambil langkah untuk melindungi diri sendiri seperti memakai masker, menjaga jarak, serta rajin mencuci tangan.

Baca Juga

Pemprov DKI Turunkan Aparat Awasi Penyesuaian Harga Tes PCR

Jelaskan Isu Luhut terkait Bisnis PCR, Juru Bicara: Keuntungan untuk Tes Swab Gratis

02/11/2021 - 14:40
Tes PCR Kelewatan Mahalnya, HMI: Stop Berbisnis Dengan Rakyat

Tes PCR Kelewatan Mahalnya, HMI: Stop Berbisnis Dengan Rakyat

14/08/2021 - 15:30

Mereka itulah yang menjadi menyebab penularan Covid-19 terus bertambah di tengah masyarakat. Menurut dia, masih banyak sumber infeksi yang dibuktikan dari tingginya tingkat risiko ancaman tertular di beberapa daerah.

“Tantangan, memutuskan rantai penularan di tengah masyarakat. Tidak boleh kita lihat permasalahan yang ada di rumah sakit saja,” kata Yurianto dalam konferensi pers Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Graha BNPB di Jakarta, Sabtu (28/6).

Gugus Tugas penanganan Covid-19 mengumumkan sebanyak 1.198 kasus baru Covid-19, Ahad (28/6). Total kasus positif di Tanah Air kini mencapai 54.010 orang. Sebagian besar infeksi baru itu berasal dari Jawa Timur, yaitu 330 kasus, disusul oleh Sulawesi Selatan 192 kasus, Jawa Tengah 188 kasus, dan DKI Jakarta 125 kasus.

“Kepatuhan untuk melaksanakan protokol kesehatan masih belum sepenuhnya dilaksanakan dengan baik,” ujar Yurianto.

Dia mengatakan, ada penambahan 34 orang meninggal terkait Covid-19 dalam 24 jam terakhir, sehingga jumlah akumulasi menjadi 2.754. Sementara pasien sembuh mencapai 1.027 orang dengan total menjadi 22.936 orang.(Aza/Ant)

Tags: Achmad Yuriantotes swab
ShareTweetSendShare

Rekomendasi Berita

MBG Tersendat karena Gas Elpiji, Pertamina Patra Niaga Gerak Cepat Isi Pasokan
Nasional

MBG Tersendat karena Gas Elpiji, Pertamina Patra Niaga Gerak Cepat Isi Pasokan

17/05/2026 - 10:38
Ketika Orang-Orang di Dekat Prabowo “Curi Uang Rakyat”
Nasional

Prabowo Jadikan MBG dan Koperasi Merah Putih Jadi Mesin Ekonomi Desa

16/05/2026 - 17:25
Saat Malam Menjadi Pintu Pulang
Nasional

Saat Malam Menjadi Pintu Pulang

16/05/2026 - 17:17
Daftar 36 Kapolda Terbaru, Asep Edi Suheri Jadi Komjen
Nasional

Daftar 36 Kapolda Terbaru, Asep Edi Suheri Jadi Komjen

16/05/2026 - 11:32
Madinah Kosong, 1.278 Jemaah Terakhir Menuju Makkah
Nasional

Madinah Kosong, 1.278 Jemaah Terakhir Menuju Makkah

16/05/2026 - 11:24
Di Tanah Suci, Tidak Semua Harus Dikejar
Nasional

Dam Haji 2026 Rp3,35 Juta, Baru 34.308 Jemaah yang Sudah Bayar

16/05/2026 - 11:15
Please login to join discussion

Berita Populer

Dari KF-21 Boramae hingga AI: Kemlu RI Tegaskan Korea Selatan Mitra Strategis Jangka Panjang

Dari KF-21 Boramae hingga AI: Kemlu RI Tegaskan Korea Selatan Mitra Strategis Jangka Panjang

17 May 2026
Wabah Ebola Spesies Langka Bundibugyo Mengganas, Belum Ada Vaksin

Wabah Ebola Spesies Langka Bundibugyo Mengganas, Belum Ada Vaksin

17 May 2026
MBG Tersendat karena Gas Elpiji, Pertamina Patra Niaga Gerak Cepat Isi Pasokan

MBG Tersendat karena Gas Elpiji, Pertamina Patra Niaga Gerak Cepat Isi Pasokan

17 May 2026
Setelah Maung Garuda, Prabowo Minta Dibuatkan Mobil “Sapa Rakyat”

Setelah Maung Garuda, Prabowo Minta Dibuatkan Mobil “Sapa Rakyat”

17 May 2026

Podcast

Indonesia Poros Maritim Dunia? Tapi Kapal Perangnya Sudah Uzur
Podcast

Indonesia Poros Maritim Dunia? Tapi Kapal Perangnya Sudah Uzur

22/08/2025 09:37

Dunia tidak baik-baik saja. Perang bisa pecah kapan saja, dari Laut Cina Selatan sampai Ambalat. Indonesia memang bangga disebut negara...

Headline

Dari KF-21 Boramae hingga AI: Kemlu RI Tegaskan Korea Selatan Mitra Strategis Jangka Panjang

Dari KF-21 Boramae hingga AI: Kemlu RI Tegaskan Korea Selatan Mitra Strategis Jangka Panjang

17/05/2026 11:54
Setelah Maung Garuda, Prabowo Minta Dibuatkan Mobil “Sapa Rakyat”

Setelah Maung Garuda, Prabowo Minta Dibuatkan Mobil “Sapa Rakyat”

17/05/2026 10:46
Wabah Ebola Spesies Langka Bundibugyo Mengganas, Belum Ada Vaksin

Wabah Ebola Spesies Langka Bundibugyo Mengganas, Belum Ada Vaksin

17/05/2026 07:12
Ocha dan Sunyi yang Pecah di Panggung Empat Pilar

Ocha dan Sunyi yang Pecah di Panggung Empat Pilar

16/05/2026 16:43
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Penggunaan AI
  • Privacy Policy
Indonesiainside.id

© 2026 by MediatrustPR. All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita Populer
  • News
    • Nasional
    • Politik
    • Hukum
    • Humaniora
    • Internasional
    • Nusantara
  • Ekonomi
  • Agribisnis
  • Migas
  • Metropolitan
  • Palestina
  • Khazanah
  • Lifestyle
  • Olahraga
  • Tekno
  • Risalah
  • Narasi
  • Indeks Berita

© 2026 by MediatrustPR. All Right Reserved.