Oleh: Ahmad ZR
Indonesiainside.id, Jakarta — Ibadah Ramadhan dan tradisi lebaran memiliki makna sendiri bagi presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Sohibul Iman. Menurutnya, energi spiritual yang sangat luar biasa terpancar dari dua momentum tersebut.
“Energi itu berulang tiap tahun. Semoga energi spiritual ini menjadi pemberi warna kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara kita yang semakin menentramkan dan mensinergikan,” tulis Sohibul melalui akun Twitter-nya, Kamis (6/6).
Ia meminta masyarakat dan seluruh anak bangsa untuk tidak terus membawa narasi kebencian apalagi permusuhan. Terlebih, jika narasi itu dibangun hanya demi obsesi politis jangka pendek.
“Kita akan sulit memulihkan apa yang terbakar oleh kebencian dan permusuhan. Saat itu maaf tiada guna dan lebaran pun kehilangan makna,” tuturnya.
Lebaran, kata Sohibul, menjadi momen untuk saling bermaafan. Namun bukan berarti bisa seenaknya membangun narasi kebencian untuk kemudian bermaafan saat lebaran.
“Bersama narasi kebencian biasanya terbangun benteng psikologis yang bikin kita segan bermaafan. Oleh sebab itu, sehebat apa pun perbedaan bukan berarti terus membangun kebencian,” ujarnya. (Aza)













