Lebah, Madu, dan Pengobatan

madu_lebah
Ilustrasi.

Di dalam kitabnya, Al-Qur’an, Allah Subhanahu wa Ta’ala menginformasikan tentang lebah yang dari perutnya keluar madu sebagai obat. Bagaimana kita mensikapinya?

Setiap tanggal 20 Mei, sejak tahun 2018, diperingati sebagai hari Lebah Sedunia. PBB menetapkan sebagai Hari Lebah Sedunia untuk menghormati jasa-jasa Anton Jansa pelopor teknik perlebahan modern asal Slovenia. Lebah menghasilkan madu, dan madu dipakai untuk pengobatan sudah diinformasikan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala sejak 14 abad yang lalu. Bahkan, dalam Al-Qur’an, Allah menurunkan satu surah dengan nama An-Nahl (Lebah). Dalam ayat 68-69, Allah Ta’ala berfirman:

Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah, “Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibuat manusia, “kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu). Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan.

Abdul Mun’im Qindil dalam buku “At-Tadawy bi al-Qur’an” memberi komentar terhdap ayat ini. Menurutnya, kedua ayat tersebut telah menarik perhatian para peneliti untuk melakukan penelitian terhadap khasiat madu lebah. Dan mereka menemukan bahwa madu mengandung obat-obatan yang bisa menyembuhkan berbagai penyakit, seperti gigi rapuh dan berkarang pada anak-anak, penyakit jantung, ginjal, tumor, rematik , luka dan bisul,dan lain-lain.

Selain madu, produk turunan dari lebah adalah seperti racun lebah,lilin lebah, royal jelly juga memiliki banyak khasiat untuk pengobatan umat manusia. Madu juga mengandung multi-vitamin dan zat-zat yang dibutuhkan oleh tubuh manusia.

Di jaman Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam pernah seseorang yang datang kepada beliau, lalu orang itu berkata: “Sesungguhnya saudaraku sakit perut.” Maka beliau bersabda: “Berilah dia minum madu.” Kemudian orang itu pergi dan memberinya minum madu. Setelah itu orang tersebut datang dan berkata: “Ya Rasulullah, aku telah memberinya minum madu dan tidak bereaksi kecuali bertambah parah.” Maka beliau berkata: “Pergi dan beri dia minum madu lagi.” Kemudian orang itu pun pergi dan memberinya minum madu. Setelah itu orang tersebut datang lagi dan berkata: “Ya Rasulullah, dia semakin bertambah parah.” Maka Rasulullah bersabda: “Mahabenar Allah dan perut saudaramu yang berdusta. Pergi dan berilah dia minum madu.” Kemudian dia pun pergi dan memberinya minum madu hingga akhirnya saudaranya itu sembuh. (HR Imam Bukhari dan Muslim)

Ibnu Abbas Radhiyallahu anhuma menaraskan, Rasulullah bersabda, “Kesembuhan itu ada pada tiga hal, yaitu pada pembekaman, pada minum madu, atau pembakaran dengan api. Aku melarang umatku dari kayy (pengobatan dengan cara pembakaran).” (HR Imam Bukhari)

Karena itu, jadikan madu sebagai obat. Ini resep dari Allah Ta’ala dan diaplikasikan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Wallahu A’lam. (HMJ)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here