Sebagaimana pembahasan sebelumnya, ada tiga jenis koloni dalam dunia lebah. Lebah ratu, lebah jantan, dan lebah pekerja. Lebah ratu adalah induk dari satu koloni.
Dunia lebah serial kedua ini membahas produktivitas lebah serta usianya yang begitu pendek. Dunia lebah penting diketahui karena memiliki keunikan dibandingkan dengan hewan lainnya. Bagi seorang muslim, lebah juga menjadi hewan yang baik, selalu memberi manfaat, dan sarat dengan hikmah dan pelajaran bagi ummat manusia.
Dinukil dari buku Serial Akidah dan Rukun Iman yang mengutip penelitian Prof Dr Yusuf Izzuddin, lebah ratu adalah induk dari satu koloni dan semua lebah yang ada dalam koloninya adalah anak-anaknya. Setiap hari, lebah ratu bertelur antara 1.500 hingga 2.000 butir telur. Bahkan, bisa mencapai 3.500 telur. Aktivitas ini berlangsung selama musim bertelur, sejak awal musim semi hingga musim panas berakhir.
Jumlah telur yang luar biasa banyaknya itu seimbang dengan kebutuhan untuk menghadapi kekurangan populasi yang secara berkesinambungan dialami koloni lebah. Uniknya lagi, hewan ini berusia pendek. Hanya lima sampai tujuh pekan.
Hikmah di balik produktivitas bertelurnya hingga ribuan butir menjadi jawaban untuk menghadapi ancaman kekurangan populasinya yang dialami dalam waktu singkat. Hal ini menunjukkan bahwa jumlah telurnya yang banyak itu dapat menjaga kesinambungan aktivitas di dunia lebah. Andaikan bukan karena itu, maka spesies ini sudah pasti punah.
Di antara keunikan ciptaan Allah SWT terkait ratu lebah, ternyata ia meletakkan telur-telurnya yang dibangun oleh lebah pekerja dengan ukuran berbeda-beda. Ada juga kamarnya yang cukup besar khusus diperuntukkan bagi calon lebah ratu. Sementara lebah ratu tahu mana telur yang akan jadi ratu sehingga ia meletakkannya di kamar khusus tersebut.
Sedangkan telur yang diletakkan pada kamar yang paling kecil, berukuran sekira 1/4 inci, akan jadi lebah pejantan. Di kamar kecil berukuran 1/5 inci akan menjadi lebah pekerja. Ketika lebah ratu meletakkan telurnya di sarang lebah pekerja, dibutuhkan tiga sampai empat sperma untuk membuahinya sebelum lebah pekerja lahir. Sementara telur di sarang pejantan adalah telur yang tidak dibuahi.
Hal lain yang menakjubkan dari lebah ratu bahwa ia tidak dibuahi kecuali di udara, ketika sedang terbang. Lebah jantan tak akan bisa membuahi lebah ratu saat berada di permukaan tanah karena alat kelaminnya terselip. Hanya kelihatan saat ia terbang. Rongga-rongga tubuh lebah jantan terisi udara dan mengembang ketika terbang. Mengembangnya organ tersebut menekan alat kelamin lebah jantan sehingga dapat keluar dengan mudah.
Pada artikel sebelumnya sudah dibahas bahwa dari ratusan, lebah ratu yang masih perawan memiliki kemampuan untuk menebar pesona ke kawanan pejantan. Saat akan dibuahi, si lebah ratu keluar dari sarang untuk mencari pasangan. Dia pun terbang kesana kemari sambil mengeluarkan suara khas, sebagai kode kepada lebah jantan agar dibuahi. Maka keluarlah rombongan lebah jantan memburu sang ratu yang masih perawan itu. Dari segerombalan jantan yang memburunya, hanya satu yang bisa membuahi sang ratu.
Demikian kisah lebah yang dinuklil dari buku Serial Akidah dan Rukun Iman, tentang Iman kepada Allah SWT. Pembahasan ini masuk dalam Bab Ayat-Ayat Kauniyah. Yaitu, Menambatkan Hati kepada Allah SWT melalui ayat-ayat kauniyah sebagai cermin keagungan Allah SWT.
Selanjutnya, kita akan bahas struktur bilogis lebah jantan sesuai dengan tujuan penciptaannya. Di antara ciri-cirinya, berpostur besar dan kuat, dan banyak makan. Wallahu A’lam. (Aza)













